Berwisata ke Bangunan Bersejarah di Pulau Cebu Filipina

Pulau Cebu merupakan salah satu pulau di Filipina yang paling dikunjungi oleh turis. Terdapat beberapa bangunan bersejarah di Filipia, seperti Fort San Pedro dan Magellan’s Cross.

Fort San Pedro merupakan bangunan yang dibangun pada 8 Mei 1565. Pada awalnya, bangunan ini dibuat dengan bahan kayu, kemudian diubah menjadi batu.

Benteng ini dibuat sebagai pertahanan masyarakat Filipina melawan ekspedisi Spanyol yang dipimpin oleh Miguel Lopez de Legazpi. Selepas digunakan sebagai pertahanan, Fort San Pedro beralih fungsi berkali-kali.

Benteng San Pedro pernah digunakan sebagai Cebu Garden Club, Kebun binatang Cebu, kantor pemerintahan, dan saat ini sebagai tempat suci nasional.Bangunan bersejarah di Filipina lainnya adalah Magellan’s Cross.

Gambar Pulau Cebu Filipina

Gambar Pulau Cebu Filipina

Masih ingat dengan Ferdinand Magellan? Yup, Ferdinand Magellan merupakan salah satu navigator yang berasal dari Potugis.

Beliau bekerja untuk raja spanyol dan diperintahkan untuk mencari spice island yang sekarang merupakan Maluku, wilayah Indonesia bagian timur.

Dalam perjalanan menuju Maluku itulah, sejarah Cebu dan Ferdinand Magellan terjadi.Ferdinand Magellan diketahui merupakan orang Eropa pertama yang menjajaki Philipina.

Gambar Benteng Cebu Filipina

Ketika Ferdinand Magellan beserta kru datang ke Pulau Cebu tahun 1521, Rajah Humadon, ketua adat Cebu, melakukan hubungan persahabatan dengan Ferdinand Magellan dan disinilah awal sejarah agama Katolik berkembang di CebuHubungan persahabatan Ferdinand Magellan dan Rajah Humadon berlanjut dengan penerimaan agama Katolik dan pembaptisan Rajah Humadon, istri Rajah Humadon, dan ratusan prajurit Cebu.

Ferdinand Magellan kemudian meneninggalkan salib yang berukuran sangat besar untuk mengenang peristiwa penting tersebut. Salib yang diletakkan dalam kubah di City Hall of Cebu tersebut juga melambangkan bahwa seorang penjelajah dari Portugus dan krunya pernah datang ke Cebu tahun 1521.

Ketika kita melihat keatas kubah, akan terlihat mural yang menggambarkan sejarah peletakkan salib tersebut. Lukisan di benteng Fort San Pedro juga menunjukkan peristiwa yang sama.Akan tetapi, salib yang saat ini berada pada kubah tersebut ternyata bukanlah salib asli yang diberikan oleh Ferdinanad.Keterangan di bawah salib menyatakan bahwa salib yang asli dibungkus dengan kayu tindalo dan diletakkan dibawah replika salib tersebut untuk melindungi salib yang asli.

Video Pulau Cebu Filipina

Tempat perlindungan tersebut berupa kapel yang disebut juga dengan “kiosk”. Salib asli dari Ferdinand diamankan untuk melindungi salib tersebut dari vandalisme. Selain itu, hal tersebut juga dilakukan karena banyak orang yang memotong salib tersebut karena mereka percaya bahwa salib tersebut memiliki kekuatan yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Akan tetapi, terdapat pula berita lainya yang mengatakan bahwa sesungguhnya salib yang asli telah lama dihancurkan.Ketika mengunjunggi Magellan’s cross, akan terdapat wanita berbaju kuning di sekitar kapel kecil.

Para wanita tersebut menawarkan doa untuk keselamatan dan kesejahteraan para pengunjung. Selain itu, mereka juga menjual lilin dan menawarkan doa dalam tari Sinulog.Jika ingin mengunjungi Magellan’s Cross, kalian dapat mengaksesnya dengan menyewa taksi atau mengendari mobil dari kota Cebu selama 20-30 menit.

Kalau ingin menggunakan mobil pribadi, kalian dapat mengikuti petunjuk jalan menuju City Hall atau benteng Basilica del Santo Nino.

Read more